VESTO.ID – Perekonomian China mencatat kinerja lebih baik dari ekspektasi pada kuartal pertama 2026. Produk domestik bruto (PDB) tumbuh 5 persen, melampaui proyeksi analis yang sebelumnya memperkirakan 4,8 persen.
Capaian ini juga menunjukkan perbaikan dibanding kuartal IV 2025 yang hanya tumbuh 4,5 persen. Hasil tersebut menandakan tekanan dari konflik global, termasuk perang di Iran, belum memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi Negeri Tirai Bambu.
Kinerja sektor industri masih menjadi penopang utama. Produksi industri tercatat naik 5,7 persen secara tahunan pada Maret, meskipun lajunya sedikit melambat dibanding periode awal tahun.
Di sisi lain, pemulihan konsumsi domestik belum sepenuhnya kuat. Hal ini terlihat dari pertumbuhan penjualan ritel yang hanya mencapai 1,7 persen, turun dari Januari-Februari yang sempat berada di level 2,8 persen.
Ekonom Guotai Junan International, Hao Zhou, menilai sektor manufaktur tetap menjadi motor utama pertumbuhan dalam jangka pendek.
“Manufaktur masih tangguh dan menjadi penopang utama ekonomi. Ke depan, kebijakan kemungkinan akan difokuskan pada upaya reflasi dan penguatan permintaan domestik,” ujarnya.
Konflik di Iran yang telah berlangsung selama beberapa pekan sejauh ini belum mengganggu momentum pertumbuhan yang sudah terbentuk sejak awal tahun. Hal ini tidak lepas dari langkah China dalam memperkuat ketahanan energi dan mengantisipasi gejolak global dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, tekanan deflasi yang terjadi cukup lama turut menahan dampak kenaikan harga energi terhadap inflasi konsumen.
Meski permintaan dalam negeri belum pulih sepenuhnya, pemerintah China belum melihat urgensi untuk mengeluarkan stimulus tambahan dalam waktu dekat. Sikap ini sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 yang berada di kisaran 4,5 hingga 5 persen, salah satu yang terendah dalam beberapa dekade terakhir.
Biro Statistik Nasional China menyebut sejumlah indikator utama menunjukkan pemulihan pada awal tahun, meskipun tantangan global masih membayangi.
“Kondisi eksternal semakin kompleks dan tidak pasti, sementara ketidakseimbangan antara pasokan domestik yang kuat dan permintaan yang masih lemah masih terlihat,” demikian pernyataan otoritas statistik setempat.













