VESTO.ID – Nama Dede Sudrajat tidak hanya dikenal dalam dunia politik, tetapi juga sebagai sosok pengusaha sukses yang konsisten mengembangkan bisnis keluarga di berbagai sektor. Lahir pada 23 Maret 1963 dari pasangan Saleh Budiman dan Hasanah, pria yang akrab disapa “Kang Dede” ini tumbuh dalam lingkungan sederhana di Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya, yang kental dengan nilai-nilai pendidikan agama Islam.
Sejak kecil, Dede telah terbiasa dengan kehidupan disiplin, termasuk pendidikan agama seperti mengaji. Nilai-nilai tersebut kemudian menjadi fondasi kuat dalam perjalanan hidupnya, baik di dunia usaha maupun pengabdian kepada masyarakat.
Perjalanan pendidikannya dimulai dari SDN 1 Gunungtanjung, kemudian melanjutkan ke SMPN Gunungtanjung, hingga SMA Islam Cipasung. Ia juga menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Cipasung, yang semakin membentuk karakter religius dan kepemimpinannya. Dede kemudian meraih gelar Sarjana Pertanian dari Universitas Siliwangi, dilanjutkan dengan Magister Pertanian di kampus yang sama, hingga menyelesaikan program doktoral di Universitas Padjadjaran pada tahun 2018.
Sejak usia muda, Dede Sudrajat telah terjun ke dunia usaha. Ia membantu berbagai bisnis keluarga, mulai dari usaha kelontongan hingga bahan bangunan. Bahkan saat masih kuliah, ia sudah dipercaya bekerja sebagai pengawas pabrik di Tasikmalaya, menunjukkan jiwa kepemimpinan dan etos kerja yang tinggi.
Tonggak penting karier bisnisnya dimulai setelah lulus kuliah pada tahun 1990, ketika ia dipercaya menjadi Direktur Operasional perusahaan otobus Budiman, perusahaan transportasi darat yang didirikan oleh ayahnya. Di bawah perannya, operasional perusahaan semakin berkembang, terutama dalam melayani transportasi dalam kota hingga antar kota.
Kepercayaan penuh dari keluarga datang pada tahun 2017, saat Dede Sudrajat ditunjuk untuk mengelola secara keseluruhan perusahaan Budiman. Di tangannya, bisnis tersebut tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang di tengah persaingan industri transportasi yang semakin ketat.
Tidak berhenti pada sektor transportasi, Dede juga memperluas lini bisnisnya melalui PT HS Budiman 45. Perusahaan ini bergerak di berbagai bidang, mulai dari transportasi angkutan darat bus besar dan mikrobus, transportasi pariwisata, hingga sektor lain seperti SPBU, pabrik karoseri, pabrik vulkanisir ban, peternakan ayam petelur, penggergajian kayu, hingga dealer motor. Diversifikasi ini menjadi bukti kemampuannya dalam membaca peluang usaha dan memperkuat ketahanan bisnis.
Selain fokus pada profit, Dede Sudrajat juga menunjukkan kepedulian tinggi terhadap pemberdayaan masyarakat. Bersama keluarga, ia mendirikan Yayasan HS Budiman 45 yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial. Yayasan tersebut mengelola SMK Plus Al-Hasanah sejak 2006, Rumah Soleh (rumah yatim), serta berbagai kegiatan keagamaan seperti majelis dzikir dan taklim.
Komitmennya dalam dunia pendidikan semakin terlihat dengan berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah (STIES) Saleh Budiman Tasikmalaya pada 31 Agustus 2022. Perguruan tinggi ini menghadirkan program studi unggulan seperti Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, dan Manajemen Bisnis Syariah, sebagai upaya mencetak generasi unggul di bidang ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.
Dengan pengalaman panjang di dunia usaha, Dede Sudrajat menjadi salah satu figur pengusaha lokal yang berhasil membangun dan mempertahankan bisnis keluarga hingga berkembang pesat. Perjalanan hidupnya mencerminkan kombinasi antara kerja keras, nilai religius, serta komitmen dalam membangun ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kini, sosok Kang Dede tidak hanya dikenal sebagai pemilik perusahaan transportasi besar di Tasikmalaya, tetapi juga sebagai inspirasi bagi generasi muda untuk berani berwirausaha dan berkontribusi bagi daerah.

