UNSIL Perkuat Tata Kelola, Rektor dan Pimpinan Unit Teken Perjanjian Kinerja 2026

Ndo
Foto dok: Humas Unsil.

Universitas Siliwangi menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui penandatanganan Perjanjian Kinerja 2026 sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola kelembagaan.

Tasikmalaya, Vesto — Universitas Siliwangi (UNSIL) menggelar penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026 antara Rektor dan pimpinan unit di lingkungan kampus, Rabu (4/3/2026), di Auditorium Gedung Rektorat Lantai 3, Kampus 2.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya institusi dalam memastikan setiap unit kerja memiliki arah dan target yang jelas, terukur, serta selaras dengan rencana strategis universitas. 

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Kerja Sama, Dr. Ade Rustiana, Drs., M.Si., dalam laporannya menjelaskan bahwa penyusunan perjanjian kinerja dilakukan melalui proses yang mengacu pada kebijakan strategis universitas.

Ia menegaskan bahwa dokumen tersebut bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen penting untuk memastikan seluruh program kerja berjalan efektif dan terukur. 

“Perjanjian kinerja menjadi dasar dalam mengawal pencapaian target sekaligus memastikan keselarasan antarunit,” ujarnya.

Dorongan Budaya Kinerja Berorientasi Hasil

Rektor Universitas Siliwangi, Prof. Dr. Ir. Nundang Busaeri, M.T., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil. Menurutnya, setiap program yang dirancang harus memiliki indikator capaian yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia juga mengingatkan bahwa kinerja unit tidak hanya diukur dari pelaksanaan program, tetapi dari dampak nyata yang dihasilkan, terutama dalam peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Seluruh kegiatan harus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan institusi dan peningkatan layanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Penguatan Kapasitas dan Akuntabilitas

Selain penandatanganan, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber eksternal yang membahas penguatan kelembagaan. Perwakilan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Hendry Wibowo, S.E., M.Si., memaparkan strategi percepatan UNSIL sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN BLU) yang mandiri dan berkelanjutan.

Sementara itu, Muhammad Antoni Fauzi, S.Kom., dari Biro Perencanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, menyoroti pentingnya integrasi antara perencanaan, penganggaran, dan pengukuran kinerja berbasis hasil (outcome). Pendekatan ini dinilai krusial dalam meningkatkan akuntabilitas sekaligus efektivitas program kerja.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, UNSIL berharap seluruh unit kerja semakin memahami pentingnya sinergi dalam perencanaan dan pelaksanaan program sebagai bagian dari transformasi menuju perguruan tinggi yang adaptif dan kompetitif.

Simbol Komitmen Bersama

Acara ditutup dengan penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026 oleh Rektor bersama para pimpinan unit. Momentum ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola universitas yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Langkah ini sekaligus menegaskan arah UNSIL dalam mendorong peningkatan kinerja institusi secara berkelanjutan, sejalan dengan tuntutan pengelolaan pendidikan tinggi yang semakin dinamis. (Ndo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *