Dayabumi Energi Kembangkan PLTS Atap 1 MWp, Dorong Implementasi ESG Industri

Ndo
Foto: dok Dayabumi Energi.

Dayabumi Energi menggandeng Anvita dan Etana membangun PLTS atap di fasilitas produksi. Proyek ini penting untuk efisiensi energi sekaligus pengurangan emisi di sektor industri.

Karawang, Vesto — Dayabumi Energi memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap bersama PT Anvita Pharma Indonesia dan PT Etana Biotechnologies Indonesia. Proyek ini memiliki kapasitas total hingga 1 MWp dan akan dibangun secara bertahap di fasilitas produksi kedua perusahaan.

Kolaborasi ini mencerminkan tren meningkatnya adopsi energi terbarukan di sektor industri, khususnya farmasi dan bioteknologi yang memiliki standar operasional tinggi. Selain menjaga keberlanjutan, langkah ini juga menjadi strategi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.

Implementasi Tanpa Gangguan Produksi

Tahap awal proyek telah diselesaikan di fasilitas produksi Anvita dengan pendekatan teknis “live-installation with zero shutdown”. Metode ini memungkinkan instalasi PLTS dilakukan tanpa menghentikan aktivitas produksi, yang dikenal beroperasi non-stop dan harus memenuhi standar ketat seperti Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Pendekatan ini menuntut perencanaan matang dan koordinasi lintas tim yang presisi. Kompleksitas proyek bahkan disejajarkan dengan pembangunan infrastruktur energi di fasilitas kritikal seperti pusat data, dengan fokus utama pada kontinuitas pasokan listrik dan keselamatan operasional.

Chairman Dayabumi Group, Gamma A Thohir, menegaskan bahwa disiplin operasional menjadi kunci keberhasilan proyek. “Kami memastikan proses berjalan tanpa menghentikan produksi sekaligus tetap menjaga standar keselamatan dan kualitas,” ujarnya.

Keberhasilan tahap awal ini menjadi bukti bahwa integrasi energi terbarukan dapat dilakukan tanpa mengorbankan stabilitas operasional, bahkan di sektor dengan persyaratan tinggi.

Efisiensi Biaya dan Penurunan Emisi

Secara keseluruhan, proyek PLTS ini diproyeksikan mampu memberikan dampak ekonomi dan lingkungan yang signifikan. Sistem yang dibangun diperkirakan dapat menghemat biaya listrik hingga Rp70 juta per tahun serta menurunkan emisi karbon sebesar 573,17 ton CO2 per tahun.

Efisiensi ini memberikan nilai tambah bagi perusahaan dalam meningkatkan daya saing, terutama di tengah tekanan global terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan. Selain itu, penggunaan energi surya juga membantu mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Tahap selanjutnya akan difokuskan pada pembangunan PLTS di fasilitas Etana dengan pendekatan serupa, mengingat kebutuhan operasional yang juga menuntut keandalan tinggi.

Model Baru Transformasi Energi Industri

Proyek ini diharapkan menjadi referensi bagi sektor industri lain dalam mengadopsi energi terbarukan secara aman dan efisien. Dengan pendekatan yang tepat, integrasi PLTS atap dinilai dapat dilakukan tanpa mengganggu proses produksi.

Langkah Dayabumi Energi sekaligus menunjukkan bahwa implementasi ESG tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, tetapi juga mencakup kualitas operasional dan keselamatan kerja.

Di tengah percepatan transisi energi nasional, kolaborasi seperti ini menjadi katalis penting bagi transformasi industri menuju sistem yang lebih berkelanjutan dan kompetitif di masa depan. (Ndo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *