Eskalasi konflik Iran–Israel-Amerika belum berdampak signifikan pada perjalanan haji dan umrah dari Indonesia. Pelaku usaha memastikan jalur penerbangan ke Arab Saudi masih aman.
Tasikmalaya, Vesto — Memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah tidak serta-merta mengganggu operasional bisnis perjalanan ibadah haji dan umrah di Indonesia.
Sejumlah penyelenggara jasa travel, termasuk PT Taza Mulia Barokah, memastikan aktivitas keberangkatan jemaah tetap berjalan normal.
Direktur perusahaan tersebut, Nina Yuliani, menyebut jalur penerbangan dari Indonesia menuju Arab Saudi, khususnya ke Jeddah, masih dalam kondisi aman dan belum terdampak langsung oleh konflik.
“Untuk jalur dari Indonesia aman. Yang terdampak justru rute ke Mesir dan sebagian Eropa karena lebih dekat dengan wilayah konflik,” ujarnya di Tasikmalaya, usai acara pemberian penghargaan kepada mitra perusahaan.
Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum melakukan perubahan jadwal keberangkatan baik untuk umrah maupun haji. Kondisi ini menjadi indikator bahwa dampak konflik masih terbatas secara geografis dan belum memengaruhi jalur utama ibadah umat Muslim Indonesia.
Permintaan Umrah Tetap Tumbuh
Di tengah ketidakpastian global, minat masyarakat untuk menunaikan ibadah umrah justru menunjukkan tren positif. Hal ini turut mendorong keberlangsungan bisnis travel berbasis layanan keagamaan.
Sebagai bentuk apresiasi atas pertumbuhan tersebut, perusahaan memberikan penghargaan kepada mitra loyal berupa satu unit kendaraan operasional. Penerima penghargaan adalah Asep Yana, yang dinilai berkontribusi signifikan dalam menjangkau jemaah.
Menurut Nina, langkah ini bukan sekadar insentif bisnis, melainkan bagian dari pendekatan berbasis nilai. “Ini bukan sekadar hadiah, tapi bentuk dukungan agar para mitra yang melayani jemaah bisa bekerja lebih optimal,” katanya.
Selain itu, perusahaan juga memiliki program sosial berupa pemberangkatan penghafal Al-Qur’an setiap tahun sebagai bentuk motivasi dan penghargaan.
Model Promosi Berbasis Kepercayaan
Di sisi lain, Asep Yana mengungkapkan pendekatan yang ia gunakan dalam menjaring jemaah lebih mengedepankan kepercayaan dibanding promosi konvensional. Ia mengaku tidak mengandalkan media sosial atau materi pemasaran formal.
“Umrah itu ibadah, jadi yang dibawa bukan sekadar paket, tapi pemahaman,” ujarnya.
Pendekatan ini terbukti efektif. Sebagian besar jemaah yang ia dampingi berasal dari rekomendasi mulut ke mulut atau pelanggan lama. Dalam satu tahun, ia dapat mendampingi keberangkatan hingga lima kali.
Untuk jadwal terdekat pada Juli 2026, sekitar 35 jemaah telah terdaftar, berasal dari berbagai daerah seperti Tasikmalaya, Bandung, hingga Ciamis. Mayoritas merupakan jemaah yang kembali berangkat atau membawa anggota keluarga.
Stabilitas Bisnis di Tengah Risiko Global
Fenomena ini menunjukkan bahwa sektor perjalanan ibadah memiliki daya tahan yang relatif kuat terhadap gejolak global, selama jalur utama tidak terdampak langsung.
Kepercayaan jemaah, faktor keamanan rute, serta pendekatan layanan berbasis nilai menjadi kunci utama menjaga stabilitas bisnis.
Bagi pelaku industri, kondisi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa adaptasi dan komunikasi yang transparan kepada pelanggan tetap menjadi faktor krusial dalam menghadapi dinamika global yang tidak menentu. (Isuk)











